Jumat, 25 November 2011

Ini ceritaku, apa ceritamu?

Cerita ini gak bermaksud nakut-nakutin atau apa, supaya aku lega aja. Masalahnya kepikiran terus bo~~ Bagi oknum-oknum yang namanya tersebutkan, mohon izinnya yahh :D





Kejadian pertama terjadi entah berapa bulan yang lalu. Hari itu ada jadwal pagi, jam setengah 8 di gedung baru, kelas pojok lantai dua. Pas nyampe kelas ternyata menemukan bahwa teman ku yang Miss telat, Diena sudah datang dan duduk manis pake headset (bagian ini udah rada gak wajar, Diena datang sungsung hahaha /ditawak).  Wah lumayan biasanya sendiri, hari ini ada 'kawan belempoan' pagi-pagi. Nyanyi-nyanyi gak jelas gitu dengan suara kami yang Alhamdulillah sesuatu, dari soundtrack anime sampai lagu mba yuya matsushita.

Gak berapa lama kemudian energi udah habis jadi sama-sama diem gitu. Lempeng sambil denger lagu. Entah kenapa aku nengok ke samping arah depan tangga. Ada seeet, bayangan lewat gitu turun tangga. Pertama sih melongo. Tindakan kedua adalah narik-narik kemeja Diena.

“Tadi itu siapa turun tangga?”

“hah?  ada yang turun tangga kah? kok kededa suaranya”

Saat di cek emang gak ada siapa-siapa, kalo gak salah cuman ada Zainal yang duduk di samping tangga bawah. Mungkin aja sih kejadian ini salah sangka aja, mungkin aja memang ada orang salah naik tangga dan kami sama-sama gak ngedenger gara-gara sibuk dengerin lagu (dan karena Diena dan aku rada budek hahaha). MUNGKIN.

Lama-lama lupa sama kejadian tadi. Terus sekitar 3 atau 2 minggu lalu kejadian itu terulang lagi. Selasa pagi datang ke gedung baru dibelakang tadi dan langsung ke lantai 2. Pintu masih belum kebuka (tapi gemboknya udah dibuka), pintu di gedung baru rata-rata terdiri dari 2 pintu kaca item yang mesti didorong kalau mau dibuka. Pintu kaca ini dilindungi sama teralis yang digembok gitu (supaya gak dibobol kali ya).

Ya udah, dorong pintu, masuk ke kelas. Pertamanya sih anteng aja, soalnya udah biasa datang pagi dan sendirian di kelas. Terus pas udah duduk sambil dengerin lagu baru sadar kalau pembatas (namanya apa sih? Sejenis pintu garasi hahaha) antara kelas yang dipakai A1 dan A2 kebuka tepat bagian dekat pintu, jadi bisa ngeliat lumayan jelas ke arah pintu kelas (sebelah) A1 (yang masih ketutup). Ya cuek, ngelanjutin gawe phonetic IE.

Gak berapa lama kemudian entah kenapa pandangan mata nyasar ke pintu kelas A1. Tiba-tiba ada yang lewat. Gak lewat cepet gitu, lewat biasa, kayak orang jalan. Pertama aku kira Riska, salah satu temen ku yang suka pakai baju item-item. Ditunggu-tunggu kok gak nyampe-nyampe ke kelas ni anak? Eh, tapi mungkin aja aku salah liat soalnya kan pintu hitam di A1 belum kebuka, pikirku pertama-tama. Mungkin anak cowo A1 yang gak mau masuk dulu.
Pikiran masih baik-baik aja, ga ada rasa aneh lah, pertama pengen ku tengok keluar namun entah kenapa ga jadi.

Ga berapa lama kemudian ada lagi orang lewat di depan pintu ruang A1. Dan langsung masuk kelas ku. Orang ini Devi. Pertama-tama biasa aja, belempoan dan ngobrol sana kemari, sampai aku nanya

"Lho? Sorangan vi? Riska mana?"


"Hah? Kededa yang datang selain aku."


"Tadi ada yang datang bedahulu selain kam kalo?"


"Haaah? Ayu ampih nah jangan begaya! Kada lucu. :0 "


"bujuran? serius kededa kah?"

Di sini mulai panik dan langsung keluar kelas ngecek kalau ada mahasiswa yang berdiri di beranda kelas. Tapi gak ada siapa-siapa. Jadi siapa nih yang aku liat tadi? Jeng jeng jeng!


---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tamat~~~ Hahaha, terus selasa kemarin aku datang pagi lagi, ke atas, gak ada orangnya terus langsung kabur ke tangga bawah, dan ngegembel di tangga sampai Devi datang XD Jangan sampai lah ketemu yang ketiga kalinya~~
Ini ceritaku, apa ceritamu~~~? :D

0 komentar:

Posting Komentar

 

Template by Web Hosting Reviews