Kamis, 01 Desember 2011

Fanfiction : Welcome Home

Author : Paper me/ayu/saya/diriku/nda

Fandom : Alice Nine
Pairing : Saga/Hiroto.
Genre : Romance.
Warning : Shonen-ai. Supernatural!AU.
Rating : Pg-13
Disclaimer : Alice Nine belongs to PSC and themselves.


Welcome Home

  Semuanya terjadi begitu cepat. Ia tak dapat berteriak, bahkan mengucapkan sepatah kata pun. Tubuhnya lemah tak berdaya. Ia dapat merasakan bibir lelaki itu membentuk seulas senyuman di lehernya. Sakit yang menyentak membuyarkan penglihatannya dalam seketika. Kemudian, semua gelap.

---

  Saga memandang pemuda dalam pelukannya, membelai rambut pirang pucat yang tak teratur dengan perlahan kemudian mengecup dahi pemuda itu dengan bibir pucatnya.
"Okaeri, Hiroto."

---

  Hiroto membuka matanya perlahan, mengerjapkan mata agar bisa melihat lebih jelas. Ia melirik ke sekitar dengan ujung mata dan menarik nafas lega saat ia menemukan bahwa setidaknya ia berada di bekas kamarnya sendiri.
  Ia mencoba duduk saat rasa sakit di lehernya memaksanya untuk terbaring kembali. Hiroto menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan nyeri yang makin mengganggu dan membuat kepalanya serasa berputar.
  "Urgh..."geram Hiroto. Ia mengutuk Nao dalam hati, siapa lagi yang akan memberi tau Saga tempat persembunyiannya selain si Nao yang ember itu. Pasti dengan alasan khawatir! Ck, ia kan bukan anak kecil yang mesti selalu dikhawatirkan, dumel Hiroto dalam hati.
  Suara pintu yang dibuka membuyarkan pikirannya. Hiroto memaksakan diri untuk bangkit duduk dan memandang lelaki yang masuk ke tempat ia beristirahat. Untuk sekian detik hanya ada kesunyian di antara mereka sampai Hiroto berkata ketus "Kau tau, biasanya setelah donor darah, pendonor dapat susu dan telur untuk memulihkan tenaganya." Lelaki itu hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Hiroto.
  "Oh, aku lupa, tentu saja pendonor yang di berikan telur dan susu hanya pendonor yang mendonor dengan 'suka rela'." lanjut Hiroto dengan penekanan di ujung kalimatnya.

---

  Perasaan bersalah kembali hadir di hati Saga. Ia duduk di tepi tempat tidur dan berkata , "..aku minta maaf. Tapi ini semua demi kebaikan mu." Saga meraih tangan Hiroto dan menggenggamnya erat. Pemuda itu memalingkan muka darinya, menatap ke arah jendela yang terbuka.
 Saga hanya menghela napas saat Hiroto tak merespon ucapannya. Ia tau Hiroto berhak marah padanya. Tapi ia tak kan bisa memaafkan dirinya sendiri, kalau sampai semuanya terulang lagi. Kalau sampai...tidak. Ia pernah melakukan kesalahan, kesalahan bodoh yang menyebabkan semua ini terjadi, dan ia tak kan membiarkan kesalahan bodoh yang lain merusak semuanya. Tak akan pernah.

---

  Hiroto mengalihkan pandangannya ke Saga yang sedari tadi diam. Tampak Saga termenung, kepalanya menunduk, memandang tangan mereka yang bertautan.
  "Hei..." Hiroto mempererat genggaman tangan mereka. Saga mengangkat kepalanya, matanya beradu dengan Hiroto. Hiroto hanya dapat membeku saat ia melihat emosi yang terefleksikan di mata lelaki di hadapannya itu.

---

  Saga merengkuh pemuda di hadapannya. "Jangan tinggalkan aku lagi, Hiroto." pintanya lirih tepat di telinga Hiroto. Tak ada jawaban, namun dekapan yang makin erat sudah cukup menjelaskan segalanya.

------------------------------------------------------------------------


End? Hahahaha bagaimana? ambigu kah? lebay kah? atau malah hancur luar biasa ? Sepertinya fic yang semula drabble ini akan berubah menjadi series /santai. Tanya kenapa saya suka banget AU Vampire? /ditendang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Template by Web Hosting Reviews