A Warm Kiss..
Author: F5 (Refresh)Art and Editing: A4 (Paper)
Rating: PG-13
Warning: Twincest. Shounen-ai. Kissing.
Genre: Fluff, Romance
Pairing : Takagi Manpei /Takagi Shinpei
Disclaimer: Takagi Manpei and Shinpei belong to themselves and Stardust Management. We own nothing.
Pukul 15:30, berarti sudah melenceng tiga puluh menit atau sebut saja setengah jam dari waktu janjian yang mereka berdua tetapkan. Shinpei melirik jam tangannya sekali lagi dan menghela napas.
“Kemana sih anak itu?” gumam Shinpei kesal sembari satu kakinya menendang-nendang pinggiran bangku taman. Wajahnya yang cemberut ditekuk hingga ia terlihat seperti anak anjing yang sedang sakit gigi. Lucu.
Manpei memperhatikan dari jauh, ia sengaja memperlambat laju langkah kakinya. Mengapa? Tentu saja karena ia ingin melihat wajah jenaka Shinpei yang sedang kesal. ‘Sungguh lucu dan menggemaskan, ‘pikir Manpei sambil mengulum senyum dari
Shinpei menggeram saat ia terlalu kencang menendang pinggiran bangku taman yang memang keras, karena terbuat dari beton. “Itte..itte..,” sunggutnya, lalu menunduk untuk mengelus ujung kaki, yang walaupun dilapisi sepatu, namun tetap saja berdenyut nyeri karena tendangan yang cukup keras tadi.
“Baka..,” sahut suara dari belakang Shinpei. Pemuda itu langsung menolehkan kepalanya ke belakang. Merenggut hebat ketika mendapati wajah Manpei dengan tertawa dikulum, seakan mengejek.
“Bangku itu untuk diduduki lho, bukan untuk ditendang,” sindir Manpei sambil terkekeh pelan. Shinpei berdiri tegak, dan langsung saja sebuah tonjokan mendarat mulus dibahu kiri Manpei. “Apa? Puas sudah tertawanya? Heh?” dengan bibir dimonyongkan dan kedua tangan yang dilipat diatas dada.
‘Manisnya, ‘batin Manpei.
“Manpei tuh senang yah kalau membuat orang lain menunggu,” omelan Shinpei masih berlanjut. “Aku hampir beku kedinginan gara-gara menunggumu disini, Manpei datang-datang malah ngatain baka, cihh~” Manpei tampak tak bergeming dan masih menatap Shinpei yang mengomel panjang lebar di hadapannya. ‘Semakin manis saja,’ begitu pikirnya.
“Tahu begitu mending tadi aku gak datang saja sekalian” kali ini pemuda manis itu berkacak pinggang. “Ihh Manpei, dengar gak sih?” Shinpei mencubit lengan kembarannya itu dengan keras, pun yangg dicubit hanya meringis sekilas lalu tersenyum kembali.
“Apa lihat-lihat? Kok malah senyam-senyum? Ngomong dong! Aku kesal sama Manpei nih!”
Kalau sudah begini apa boleh buat, pikir Manpei seraya menarik lepas syal yang tadi melilit lehernya agar tidak kedinginan. Kemudian sebelah tangannya menarik lengan Shinpei cukup keras, hingga pemuda itu tersentak ke depan dadanya. Dengan satu gerakan Manpei menutupkan syal tersebut hingga menyelubungi kepalanya dan Shinpei.
“Manpei…,” protes Shinpei namun sedetik kemudian dibungkam oleh bibir hangatnya Manpei yang menekan lembut di atas bibir merah muda milik Shinpei. Memanggut pelan. Hangat dan lembut.
“Gomen ne, Shichin~,” bisik Manpei setelah melepas ciumannya.
Di bawah syal yang menutupi mereka berdua, serta sinar temaram dari sang bulan. Untuk pertama kalinya seorang bernama Takagi Shinpei dibuat diam dengan wajah merona bak bunga sakura oleh Takagi Manpei.
----------------------
Paper lagi di sini~~~~ XD Well, saya tau itu gambarnya Shinpei yang keliatan mau nyium Manpei, bukan sebaliknya. Tapi marilah kita kesampingkan fakta itu :D –ditendang-
On the side note~~~ Paper dan Refresh mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri! Mohon Maaf Lahir dan Batin~~~
0 komentar:
Posting Komentar