Selasa, 27 Maret 2012

Dancing with The Wolf - He and I Series-

Dancing with The Wolf
- He and I Series-
Main Characters : Kikuchi Takuya dan Shison Jun
Setting : AU. Sekitar satu tahun setelah kejadian ini.
Rating : PG
Disclaimer : Tentu saja bukan punya saya :D

   Takuya tau kalau semua ini bisa saja berujung masalah. Bisa? Ck, siapa yang ingin ia bohongi. Tentu saja semua ini akan berujung masalah. Pasti
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Layar ponselnya yang tak bersalah ia tatap dengan serius. Serangkai kata yang tertera di sana membuatnya berpikir keras.

Subject : Takkun kan?

Ini aku Jun ^▽^
Sedang apa?



   Pesan yang singkat, padat dan jelas. Takuya bingung harus membalas apa. Dan lebih bingung lagi bagaimana caranya anak itu mendapatkan alamat e-mailnya. Tak banyak yang mengetahui alamat e-mailnya. Hanya rekan kerja, keluarga dan Mitsuya, selaku atasannya untuk saat ini. Takuya tersadar. Tentu saja Mitsuya. Siapa lagi?

   Jempolnya masih menempel kaku di atas keypad. Apa ia harus menanggapi pesan ini? Apa yang diinginkan anak itu? Apa Jun tidak sadar kalau dia adalah seorang yakuza, yang tentu saja berbahaya. (Pertanyaan yang sebenarnya juga ingin ia layangkan ke Mitsuya. Mengingat pemuda cantik itu dulu dengan santai mengaku ia tau Bocchan yakuza jauh sebelum diberitau, dan tentu saja, tetap memacarinya sampai sekarang.)
   
   Dia bukan remaja biasa yang bisa jadi teman mengobrol atau bermain bola. Anak itu berpikir apa sih. Bisa-bisa ia ditegur Bocchan kalau begini caranya. Takuya menatap langit-langit kamar tidurnya. Ia melempar ponselnya dan berusaha memejamkan mata.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

   Jun membaca komik dengan tidak tenang. Sekali-kali melirik ponsel di samping bantal, berharap akan ada deringan tanda pesan masuk. Sudah setengah jam berlalu tanpa terjadi apa-apa. Jun mungkin saja nekat. Tidak. Jun memang nekat. Mungkin agak kurang ajar membuka-buka ponsel orang lain.

   Tapi mau bagaimana lagi? Jun teramat penasaran dengan pemuda yang selalu saja berada di samping Mitsuya itu. Terlihat amat tenang dan dewasa. Tak terlalu banyak bicara dan diam merunduk, menekuni buku yang ia bawa. Kemudian, sesekali membersihkan kacamata bergagang hitamnya.
Oleh karena itulah saat Mitsuya beranjak ke dapur ia cepat-cepat menyalin kontak lelaki itu. Ia berkali-kali menghapus pesan yang sudah siap terkirim. Selalu merasa ada yang kurang dan salah.

   Tapi tampaknya meski Jun sudah berusaha sampai segitu kerasnya tetap tak berguna. Buktinya pemuda itu tak membalas pesan yang ia kirim. Jun menggigit bibir bawahnya. Entah kenapa rasanya sakit sekali diperlakukan seperti itu. Tiba-tiba saja sepotong lagu mengalun memecah kesunyian. Tergesa, Jun membuka ponselnya dan mendapati satu pesan baru baru saja masuk.

Subject : Iya.

Tidak melakukan apa-apa. Harinya panas ya.


   Jun menahan pekikan senang yang hampir saja meluncur dari bibirnya. Mungkin ia harus mentraktir Mitsuya es krim besok siang.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*The End*

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar

 

Template by Web Hosting Reviews